8 Bintang Elit Uruguay Lulusan Danubio

8 Bintang Elit Uruguay Lulusan Danubio

Danubio merupakan satu dari sekian banyak tim yang berasal dari negeri Uruguay. Mereka bermarkas di Montevideo, ibu kota Uruguay.

Dalam hal pencapaian, Danubio tetap kalah apabila dibandingkan bersama Penarol ataupun Nacional. Danubio cuma berhasil meraih empat piala liga Uruguay semenjak berdiri pada musim 1930.

Walau begitu, Danubio kenyataannya telah menghasilkan beberapa pesepakbola bintang. Banyak dari mereka malahan merasakan kejayaan besar di Eropa.

Berikut ini delapan pemain Uruguay yang sudah dihasilkan Danubio sebagaimana dilansir FTB90 yang kami rangkum dari berita bola terbaru.

Diego Forlan

Diego Forlan tak sempat berlaga untuk kesebelasan kunci Danubio. Tapi, bintang yang meraih trofi Golden Ball di Piala Dunia 2010 itu menyelesaikan tiga musim di akademi kemudian Danubio merupakan tim terakhirnya di Uruguay sebelum berpetualang menuju negara rival sekota Argentina serta di Eropa.

Forlan gabung dengan tim Argentina Indepdendiente kala berumur 15 tahun pada musim 1994 dan lantas melakoni karir di Manchester United, Villarreal, Atletico Madrid serta Inter, sebelum ke Asia di tahun-tahun paling akhir dalam karirnya. Dan seperti yang kami baca dari prediksi pertandingan bola mengatakan, dia pernah kembali menuju Uruguay pada 2015 saat dia gabung dengan Penarol.

Marcelo Zalayeta – Usai muncul melalui akademi Danubio, bomber Marcelo Zalayeta menyelesaikan satu kampanye musim di tim kunci, lalu 1 musim di Penarol, sebelum bertahan sepanjang satu dasawarsa di tim raksasa Italia Juventus yang menjadikannya meraih tiga piala Serie A serta menembus final Liga Champions 2003.

Zalayeta terus dijadikan sebagai pelapis Alessandro del Piero juga David Trezeguet di Turin. Dia adalah pilihan pertama dari kursi pemain pengganti dan membikin 160 performa. Sementara itu berita Liga Italia teupdate mengakatakan ia jua sempat ditransfer sebagai pemain pinjaman sepanjang 2 tahun di Sevilla serta kemudian menghantarkan membangun balik Napoli menjadi tim papan atas.

Cristhian Stuani

Cristhian Stuani masuk di dalam tim Uruguay di Piala Dunia tahun ini serta sudah menyarangkan gol buat beberapa tim di Spanyol, dan Middlesbrough di Inggris, semenjak meninggalkan Danubio saat berumur 20 tahun pada Januari 2008.

Stuani awalnya berlaga di Eropa bareng Reggina di Italia, Tapi, ia tumbuh di Spanyol, perdana era peminjaman di Albacete, Levante serta Racing Santander, dan lantas bersama Espanyol. Kampanye musim lalu, laporan dari livescore pertandingan Inggris terupdate mengabarkan ia menyarangkan 19 goal di La Liga di dalam 30 performa guna Girona.

Jose Gimenez

Jose Gimenez membangun salah satu tandem pertahanan paling baik di Eropa bareng bintang veteran Diego Godin di Atletico Madrid. Perpaduan mereka juga membikin kesebelasan nasional Uruguay jadi kekuatan yang seharusnya ditakuti, sebagaimana di Piala Dunia musim ini.

Gimenez hengkang dari Danubio buat Atletico pada bursa transfer musim panas tahun 2013 dengan banderol di bawah satu juta €. Baru berumur 23 tahun, Gimenez mulai membuat dirinya menjadi bintang reguler pada kampanye musim 2014/15 serta dapat bermain setingkat lebih banyak apabila bukan lantaran cedera.

Walter Gargano

Dengan setingkat lebih dari 100 performa di Divisi Primera buat Danubio, Walter Gargano bersatu bersama Napoli yang baru naik kasta ke Serie A di tahun 2007, jadi pesepakbola reguler dan menghantarkan klubnya melaju ke Piala UEFA pada kompetisi debutnya.

Sebagai pemain berposisi gelandang bertahan, diyakini oleh website berita MotoGP Gargano amat vital sebab Napoli berhasil melaju ke Liga Champions di tahun 2011, dan memenangkan Coppa Italia di tahun 2012. Ia hengkang bersama status pinjaman di Inter serta Parma pada 2013 lalu 2014, kemudian ke Meksiko serta sebelum gabung ke Penarol.

Ruben Sosa

Bomber serang Ruben Sosa muncul melalui akademi Danubio pada awal musim 1980-an dan lantas merasakan karir yang baik di Eropa bersama Real Zaragoza, Lazio serta Inter, meraih Copa del Rey lalu Piala UEFA. Sosa, yang melakoni empat kompetisi Copa America serta Piala Dunia 1990 bersama timnas, juga mengangkat trofi Bundesliga bareng Borrusia Dortmund, sebelum kembali ke Uruguay pada 1997 dan gabung dengan Nacional.

Alvaro Recoba

Alvaro Recoba tersohor sebagai spesialis set-piece bersama assist yang bagus juga tendangan yang luar biasa. Ia berlaga buat Danubio selama kampanye musim 1994 serta 1995, sebelum hengkang ke Nacional dan lantas menuju ke Inter pada musim 1997. Recoba awalnya perlu masa untuk cemerlang di Eropa namun sukses melakukannya sepanjang masa peminjaman di Venezia di fase kedua kampanye musim 1998/99. Ia tampil cemerlang saat balik lagi ke Inter dan endingnya pindah pada 2007 usai meraih 2 piala Serie A, 2 Coppa Italia lalu Piala UEFA.

Edinson Cavani

Data yang kami peroleh dari situs livescore bola mencatat Edinson Cavani telah menyarangkan setingkat lebih dari 270 goal semenjak 2010 saat dia bergabung bersama Napoli serta sekarang jadi salah satu ujung tombak paling disegani di dunia sepak bola. Dalam 2 turnamen terbaru saja, bekas bintang Danubio itu menyarangkan setidak-tidaknya 40 gol per musim buat PSG.

Usai bergabung bersama-sama akademi Danubio pada musim 2000, Cavani cuma menghabiskan sebesar 18 bulan di kesebelasan utama sebelum dimonitor Palermo lalu gabung Eropa di usia 20 tahun. Secara keseluruhan, data dari prediksi bola mencatat Cavani telah meraih 14 trofi raksasa hingga sekarang, mencakup 4 piala Ligue 1 di dalam lima kampanye musim terakhir.

5 Pelatih yang Dapat Gantikan Jose Mourinho di MU

5 Pelatih yang Dapat Gantikan Jose Mourinho di MU

Manchester United melakoni start yang negatif di ajang Premier League pada kampanye musim ini. Mereka cuma bisa meraih 1 kemenangan dari tiga laga.
Setan Merah baru saja kalah memalukan di markas sendiri. Mereka diharuskan menyerah dengan score telak 3-0 vs Tottenham di Old Trafford.

Dan menurut jurnalis livescore Liga Italia terupdate, kekalahan itu tentu saja membikin posisi juru tak-tik, Jose Mourinho ada dalam tekanan. Malahan banyak yang mengatakan pria Portugal itu bakal segera ditendang dari tempatnya.
Tapi, apabila Mourinho memang betul-betul ditendang maka MU perlu secepatnya mencari penerusnya. Ada banyak pelatih yang disebut layak untuk jadi pengganti Mourinho di tim.

Berikut ini lima pelatih yang dapat menggantikan Jose Mourinho menurut Sportskeeda yang kami sadur ulang dari berita Liga Inggris terkini.

Zinedine Zidane

Tak ada pelatih di dunia sepak bola yang setingkat lebih sukses dari Zinedine Zidane dalam bertahun-tahun terakhir. Lelaki Prancis ini menikmati keberhasilan besar selama 2 setengah musim di Real Madrid dengan meraih 3 piala Liga Champions beruntun dan jadi tim perdana yang mengerjakannya di jaman modern.

Tapi, Zidane pergi dari Madrid di musim panas ini. Dan seperti penuturan wartawan livescore pertandingan Jerman terupdate mengucapkan, hal itu amat mengejutkan beberapa pihak menyusul ia telah memberikan keberhasilan besar selama bekerja di Santiago Bernabeu. Apabila dia hadir ke Manchester United kini, dia bakal mengambil alih kesebelasan yang tengah berada di dalam krisis.

Kondisinya sedikit seperti kala Zidane mengakusisi Madrid. Los Blancos tak ada dalam kondisi yang baik di bawah Rafael Benitez. Tapi, Zidane merupakan pemenang serta United jua mengidamkan pemenang.

Zidane tentu juga mau membuktikan jika dia bukanlah cuma sekedar juru tak-tik beruntung saja, hingga pekerjaan di Manchester United dapat jadi satu dari sekian banyak tantangan menarik buat dirinya.

Antonio Conte

Pada kampanye musim perdananya di Chelsea, Conte mendapat kesuksesan raksasa dengan memenangkan trofi Premier League. Formasi 3-4-3 berada dibalik kesuksesan Conte saat ini.

Tapi, kampanye musim kedua Conte di Stamford Bridge amat buruk walau meraih FA Cup. Ia nampak kehilangan ruang ganti juga tak masuk kualifikasi Liga Champions.

Conte telah membuktikan jika dia dapat memberikan kejayaan dalam jangka pendek, serta kemungkinan inilah yang diperlukan United masa ini. Walau menurut survei berita bola terbaru para pendukung Setan Merah mungkin beberapa yang tidak suka namun mereka tak memiliki cara lain lagi.

Usai era Sir Alex Ferguson, The Reds Devils tidak memberi peluang yang cukup banyak pada para pelatihnya. Conte dapat memberi kesuksesan walau hanya di dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, tak mengherankan apabila pria Italia itu datang di Old Trafford.

Mauricio Pochettino

Sepanjang beberapa tahun terbaru, Pochettino telah cukup rutin dikaitkan bersama job di Old Trafford. Dia telah melakukan job yang mengesankan di Tottenham sepanjang beberapa musim terbaru dan membikin mereka main reguler di Liga Champions walau tak belanja besar-besaran di musim transfer.

Malahan, meski Tottenham tak merekrut pemain baru pada bursa transfer musim panas ini, mereka tetap bisa mengalahkan United dengan score 3-0 di Old Trafford. Pochettino telah memperlihatkan bahwa ia bisa menunjukkan kemampuan paling baik anak didiknya dan ini pasti dapat digunakan di United.

Persoalannya, Pochettino tak punya sebab untuk pergi dari Spurs sekarang. Mereka ada dalam tempat yang jauh lebih bagus dari Setan Merah sekarang di klasemen. Harry Kane serta Dele Alli berlaga sangat baik di bawah pelatih Argentina ini dan rasa-rasanya masih dapat lebik bagus lagi.

Leonardo Jardim

Jardim bukanlah nama yang terus dihubungkan dengan job di Manchester United. Tapi, ia mungkin seorang yang layak untuk dipikirkan. Ia bisa jadi bukan pelatih papan atas di Eropa, tapi dia telah melakukan job yang mengesankan di AS Monaco hingga menurut pengamat dari livescore dirinya layak memperoleh kesempatan melatih tim yang setingkat lebih besar.

Jardim lumayan sering kehilangan bintang paling bagusnya. Tapi, ia bisa dengan cara stabil memimpin Monaco memasuki kualifikasi Liga Champions. Jardim mampu mendapatkan cara guna mengeluarkan kualitas terbaik melalui para pemainnya.

Jardim sukses mengantarkan Monaco memenangkan trofi Ligue 1 pada kampanye musim 2016/17 serta juga berlaga di semifinal Liga Champions. Mereka memiliki tim yang tak terlampau mentereng apabila dibandingkan dengan PSG namun dapat berbuat banyak di atas gelanggang.

Sekarang ada beberapa pesepakbola yang performanya lumayan negatif di tim Manchester United ini dan Jardim bisa jadi endingnya menjadi pelatih yang dapat mengeluarkan kualitas paling baik mereka.

Diego Simeone

Ada banyak alasan kenapa Manchester United harus memikirkan Diego Simeone sebagai pelatih baru mereka. Salah satunya ialah pencapaiannya yang mengesankan di Atletico Madrid.

Secara keuangan, Atletico ada amat jauh di belakang Real Madrid serta Barcelona. Tapi, Simeone sukses membuat klub menjadi salah satu kedalaman yang lumayan diperhitungkan di Eropa. Ia mengantarkan mereka main dalam dua final Liga Champions serta meraih piala La Liga di musim 2013/14.

Simeone disebut sudah mengantarkan Atletico melaju sejauh mungkin dan tak ada lagi yang dapat ia capai di sana. Pria Argentina itu kemungkinan sudah masanya mendapat tantangan baru serta itu kemungkinan ada di Old Trafford.

Simeone telah menjadikan Atletico menjadi satu dari sekian banyak tim dengan barisan defensif yang hebat di Eropa serta itu merupakan area yang perlu diperbaiki United. Ia kemungkinan bakal menjadi orang yang perfect untuk job di Old Trafford.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top